Kabar dari Agung

Tiga kali totalnya batal medaki gunung Agung karena banyak hal. Siang ini puku 14:00 wita status salah satu dari dua gunung api yang masih aktif di pulau Bali ini ditingkatkan menjadi Level II (waspada). Peningkatan Level ini dirilis oleh kementrian ESDM dengan surat bernomer : /45/BLG/2017. Status waspada ditetapkan setelah 74 hari pengamatan dimulai dari Sabtu 1 Juli 2017 – Rabu 13 September 2017. Sebelumnya tanggal 13 September sempat viral sebuah video di jejaring sosial dari pemandu pendakian gunung Agung yang memperlihatkan larva di dasar kawah gunung Agung.

Semoga Agung dan pulau Bali secara umum baik-baik saja.

25 Hari Telah Berlalu

Kegalauan masih saja menghantui, blog ini belum juga kunjung berproduksi secara rutin seperti keinginan. Saya bukan seorang yang sangat sibuk bahkan punya waktu penuh untuk tidur 8 jam sehari tapi tetap saja malas menulis. 25 hari telah berlalu dari postingan terakhir, hampir sebulan. Target awal pas beli domain dan hosting bisa posting minimal sehari sekali tapi kemudian seminggu sekali lalu kenyataan sebulan sekali. Beberapa tips di blog-blog lain sudah dibaca tapi tidak memotivasi untuk menulis, jangankan artikel yang bagus yang jelek saja nggak terwujud. Jadilah postingan kali ini cuma mencurahkan isi hati saja

Minggu Pagi

Hujan terdengar deras di depan rumah, lumayan juga suaranya untuk kapasitas hujan yang nggak terlalu lebat membangunkan dari tidur sisa malam minggu. Tetiba aku ingat untuk menulis setelah 1 Mei 2017 lalu meluncurkan ( bahasa kerennya Launching ) Blog ini dan sejak itu baru bertambah 1 artikel, menyedihkan sekali. Pagi ini aku sedang beraktifitas di kantor (tidak seserius bekerja), bukan hal aneh untuk ukuran operator sepertiku beristirahat di kantor (bahasa keren untuk bekerja di hari sabtu dan minggu ) saat orang-orang kantoran lain pada libur. Suara desingan peluru, komentar-komentar “You have slain an enemy”, ”An ally has been slained” dan masih banyak lagi, bising memang tapi begitulah pemuda jaman sekarang handphone pintar dimanfaatkan sepintar mungkin, temen-temenku sedang bermain game mobile legend. Aku lebih memilih merenungkan Blogku ini yang entah kenapa tak kunjung berproduksi, padahal waktuku banyak (untuk ukuran pekerja kelas rendah ) ya jadilah sekarang mulai menulis.

Sepertinya Blog ini masih belum menemukan jati diri, aku masih bingung mau menulis apa. Kalau hoby sih banyak mulai bonsai yg sejak jaman SMP sampai kini, malah ada beberapa pohon yg masih bertahan dan sudah dirawat hampir 12 tahun. Bayangkan pohon asem yg begitu kerasnya aku rawat dari 12 tahun lalu masih aja cilik saat ini, iya iyalah namanya juga bonsai. Hobi Photography, yang ini sejak jaman SMA (kamera dipinjemin paman yg sekarang sudah almarhum, semoga beliau tenang disana). Hampir 5 tahunan mendalami hoby ini masih belum naik level masih pada amatir tingkat menengah, masih mendingan daripada amatir tingkat bawah hasilnya banyak aku pajang di medsos bisa dicek di instagram.com/pandepratama_. Traveling dimulai sejak bisa mengendarai motor sekitar SMP juga, ketika kelas 2 SMP pernah bermotor sampai Singaraja, tanpa helm, sim dan tanpa ketauan mama 🙂 (jangan ditiru ya adik-adik) lumayan jauh dari tempat tinggal. Hoby traveling berlanjut sampai saat ini, hasilnya bisa dilihat di instagram.com/artworkjalanan . Kini partner of live yg lebih sering disebut pacar juga seneng kalau diajak jalan-jalan atau lebih enak disebut traveler. Dua hoby ini berjalan searah antara Photography dan Traveling bisa dilihat di dua akun ig diatas. Hoby memelihara ikan juga sangat mengakar ke kehidupanku, bagaimana tidak sejak SD pulang sekolah tongkronganku di parit-parit pinggiran sawah membawa jala untuk menangkap ikan kemudian dipelihara si kolam kecil dirumah. Saat SMP pernah membuat kolam ikan di sawah seluas 7 x 3 meter kemudian pelihara ikan emas, tapi ikan idolaku tetap ikan lokal namanya nyalian (kemudian aku tau nama ilmiahnya Puntius). Medio tahun 2004 ikan Louhan melambung namanya aku beralih ke akuarium (memelihara ikan di akuarium) membeli ikan louhan seharga Rp. 250.000 hasil tabungan bekal sekolah. Tahun 2012 aquascape booming (boomingnya cuma sampai penggemar ikan) mulailah beralih membangun set aquascape dan juga bertahan sampai sekarang. Pertengahan tahun 2010 organnisasi pemuda klanku Yowana Paramarta Pande mengadakan darma wacana di Museum Keris Neka yg terletak di Ubud, Bali. Museum Neka memamerkan koleksi lukisan-lukisan seniman terkenal selain itu koleksi berharganya juga terdapat keris, nah dari sini saya mulai tertarik tentang keris. Hoby keris ini bisa dibilang dimulai sejak tahun itu 2010 walaupun hanya koleksi berupa gambar yg terimpan di album facebook.com sampai kemudian bisa membeli sebilah keris akhir tahun 2014 yang berupa keris kamardikan Luk 9. Seiring berjalan waktu hobyku satu ini (keris) membawaku sebagai kolekdol ( koleksi sekaligus penjual ) yang membuka lapak di Instagram.com/ganje_iras.

Kemudian aku kembali binggung dengan tema yg akan dihadirkan Blog ini kepada pembaca. Dan aku akan berpikir lagi untuk menetapkan tema dari Blog ini.

Aku Menulis Untuk Mengingat

Aku sering bertanya kapan sih percisnya keluarga besarku bermukim di rumahku sekarang? Sama seringnya dengan pertanyaan kapan ya desaku (banjar sebutan untuk orang bali) terbentuk?.

Mungkin ini pertanyaan yang sangat aneh, tapi ya kalau kita bisa tau asal usulnya bukankah bisa jadi cerita untuk dijual (UUD=Ujung Ujungnya Duit). Nilai tambah akan muncul ketika kita tau sejarah tempat kita tinggal apalagi jika terbukti sudah berdiri ribuan tahun atau sejaman dengan peradaban mesir atau sumeria, mungkin bakalan heboh ya. Sejarah di Indonesia banyak diungkapkan dalam catatan-catatan penjelajah Eropa, ya catatan itu tentunya tulisan. Budaya bangsa kita juga mencatat kejadian-kejadian penting tapi berbeda dengan bangsa Eropa, leluhur kita mencatat lebih dengan simbol sebagai pengingat. Kebanyakan orang kita meneruskan sejarah dengan metode ingatan para tetua kemudian diteruskan ke keturunanya, tentu akan sangat lemah karena ingatan tentu bisa saja terlupakan.

Mereka Menulis Sehingga Diingat

Plato seorang yang hidup dua ribu tahun silam 428–427 SM sampai sekarang masih dibahas catatan dan karyanya. Luar biasa bukan? Seseorang yang hidup dijaman negara Republik Indonesia bahkan masih belum direncanankan tuhan bisa dibicarakan sampai sekarang karena catatanya. Banyak lagi seperti pitagoras, aristotels dan seluruh ilmuan yang gemar menulis tentunya. Aku tau beberapa ilmuan ini ketika SMP karena ketika SMA lebih banyak menghabiskan waktu di kantin, sering disebut bolos. Mari beranjak menggunakan mesin waktu dari sebelum masehi ke awal abad 20. Tan Malaka salah satu idolaku beberapa bukunya sudah kubaca walaupun belum sampai habis. Tan Malaka hidup dijaman perjuangan ya pemikiranya senada dengan romantisme perjuangan kemerdekaan. Ide Republik Indonesia dia tuangkan dalam buku Menuju Republik Indonesia (1925). Satu lagi yang terbayang jika menyebut tokoh yang dikenal karena tulisanya yaitu Gie, Soe Hok Gie. Soe Hok Gie seorang aktivis mahasiswa yang juga pencinta alam, hampir miriplah denganku walaupun persentase kemiripan nggak sampai 5%. Gie, begitu dikenal di kalangan aktivis orde lama berperan besar dalam menumbangkan resim orde lama. Gie dikenang sampai sekarang melalui catatan harianya yang medio tahun dua ribu diangkat ke layar lebar dalam film berjudul Gie.  Kedua tokoh diatas (tanpa mengesampikan tokoh perjuangan lain) menuangkan  pemikiran dan ide-ide mereka dalam sebuah tulisan. Lalu disimpulkanlan oleh opa Pram dalam quote terkenalnya

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” 

sayang kan kalau tidak ikut saranya opa 🙂

Aku Menulis Untuk Mengingat

Dalam blog ini aku memulai kebudayaan menulis paling tidak untuk aku sendiri, untung-untung ada yang baca. Aku menulis untuk mengingat masa-masa yg telah lalu, baik itu cerita buruk dan berharap lebih banyak cerita yang gembira. Karena blog ini sudah Berbayar maka akan kupaksakan menulis seminggu sekali atau paling lambat sebulan sekali, hahaha. Rencana awalnya sih blog ini akan terus mengudara sampai 50 tahun kedepan atau kalau bisa lebih dari itu. Paling tidak 5 tahun dari sekarang aku baca kembali artikel ini dengan cekikikan melihat struktur tulisannya yang amburadul, anggap saja lima tahun dari sekarang aku sudah jadi penulis besar (rencana yg akan jadi kenyataan).

Blogku Akhirnya Berbayar

Hari ini, 1 Mei 2017 aku meluncurkan blog www.pandepratama.com sebagai tempat menuangkan ide, opini dan cerita yang terkumpul dari kehidupan sehari-hari yg terbagi dalam beberapa kategori, anggap saja seperti tugas mengarang jaman SD.

Kali ini berbayar loh!

Ini serius, berbayar!  Setelah beberapa blog gratisan pernah aku kelola sejak mengenal internet awal-awal tahun 2010. Mulai dari pandepratama.blogspot.com sayadengar.wordpress.com  merdeka-bebas.blogspot.com yg kesemuanya berakhir tragis tak mendapat perhatian.

Baiklah demikian pembuka blog ini, sudah ada beberapa tulisan yang siap diupload seminggu kedepan. Semoga blog berbayar ini tidak berakhir tragis seperti blog-blogku sebelumnya.

Terima Kasih